Merawat Ingatan di Tepian Narasi
Di antara hiruk-pikuk dunia yang kian bising, MG. Ma’ruf memilih untuk menepi sejenak—bukan untuk menghindar, melainkan untuk mencerna. Catatan refleksi harian ini bukanlah sekadar barisan kalimat tanpa jiwa, melainkan sebuah kurasi pemikiran yang lahir dari dialog panjang antara nurani dan realita yang tak pernah usai untuk direnungi.
Setiap lembar dalam catatan ini disusun dengan alur yang personal, di mana ide-ide dituang melalui metode yang unik; seolah-olah pembaca diajak menyelami isi kepala penulis melalui pintu rahasia. Tak ada pretensi untuk menjadi megah. Justru, daya tarik utama dari Marginalia -1 terletak pada kesahajaannya.
Ia hadir sebagai catatan pinggir—sebuah marginalia—yang mencoba menangkap makna dari fenomena yang sering kali luput dari pandangan mata. Di balik bentuknya yang sederhana, tersimpan kedalaman olah pikir yang jujur terhadap kehidupan. Selamat memasuki labirin refleksi MG. Ma’ruf. Di sini, setiap kata adalah cermin, dan setiap jeda adalah ruang untuk menemukan diri kita kembali di tengah realitas yang tak berkesudahan.
Ulasan
Belum ada ulasan.